Masa datang silih berganti. Usai melepaskan derita masa kemarau panjang yg menyesakkan tidak dengan air sewaktu berbulan-bulan, saat ini nyaris semua wilayah di Indonesia telah sejak mulai memasuki awalan dari masa hujan. Prediksi Tubuh Meterologi, Klimatologi, & Geofisika menyebut bisa jadi hujan deras bakal mengguyur teratur merata di seluruhnya Indonesia sejak mulai akhir Nopember sampai puncaknya di lebih kurang Januari-Februari th depan.
Berbicara mengenai hujan deras, negara ini punyai catatan panjang mengenai bencana tanah longsor & banjir yg menghantam tidak sedikit wilayah. Seakan telah menjadi pelengkap diwaktu masa hujan, banjir & longsor ingin tidak ingin, senang tidak menyukai, tentu punyai potensi akbar nyaris di seluruhnya propinsi di Indonesia.
Pertanyaannya setelah itu, telah siapkan Kita menghadapi bisa saja banjir & longsor di periode hujan thn 2015-2016 ini?
Adakah antisipasi pemerintah buat mengurangi risiko banjir & longsor?
Dikutip dari pemberitaan Antaranews, pemerintah ternyata telah menyiapkan tidak sedikit upaya buat mengantisipasi bencana banjir & longsor yg potensial di area rawan bencana Indonesia. Menurut paparan Kepala Pusat Data Info & Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Selasa (17/11) Perbuatan Nasional utk mencegah risiko bencana banjir & tanah longsor telah disiapkan oleh pemerintah buat thn 2015 hingga 2016 akan datang.
Sebelum masa hujan datang makin teratur & makin deras, Kementerian Koordinator bagian Pembangunan Manusia & Kebudayaan (Kemenko PK) serta telah berinisiatif membicarakan risiko bencana banjir & longsor ini melalui koordinasi tingkat kementerian, Instansi, & kepala daerah.
Apa saja trick pemerintah Indonesia buat mengurangi resiko bencana banjir & longsor?
Salah satu yg sedang diupayakan ialah sosialisasi risiko banjir & longsor di tingkat pusat & daerah-daerah yg potensial dapat banjir & longsor.
Wilayah rawan banjir di antaranya ja-bar, Jakarta, Semarang, Kudus, Demak, Manado, & beraneka ragam kota yang lain bakal jadi prioritas pengurangan risiko banjir berdasarkan catatan kebencanaan tahun-tahun diawal mulanya.
Sutopo serta menyambung bakal menyiapkan & menginventarisasi sumberdaya yg dipunyai oleh masing-masing dinas & memenuhi kekurangan logistik & peralatan.
Terhadap intinya, bencana banjir & tanah longsor ialah tipe bencana alam yg “slow on set” artinya ke-2 type bencana ini berjalan bersama lambat & perlahan. Prediksi & tanda-tandanya bakal bersama enteng ditemukan & dipahami tidak dengan butuh kajian ilmu wawasan & alat-alat mutahir.
Sehingga dari itu, kesiapsiagaan bencana banjir mutlak buat jadi prioritas, jikalau sebab banjir saja negara ini telah kalang kabut, macam mana jikalau sebuah waktu kelak timbul kembali bencana gede macam tsunami 2004 silam? Bukan jadi bahan ancaman, tapi jadi refleksi nyata bagi kesiapan penanggulangan risiko bencana di negara ini.
Melansir dari catatan Antaranews, Berdasarkan peta bencana di Indonesia terdapat 315 kabupaten/kota yg berada di daerah bahaya sedang-tinggi dari banjir dgn jumlah masyarakat 61 juta jiwa di daerah tersebut. Sedangkan utk bencana longsor ada 274 kabupaten/kota yg berada di daerah bahaya sedang-tinggi dari longsor dgn jumlah warga 40,9 juta jiwa di daerah tersebut. (cal)
img : Tempo.co
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar