Periode hujan telah mulai sejak terbiasa dirasakan bagi jutaan masyarakat Jakarta & masyarakat di kota-kota komuter kira kira Jakarta. Tiap menjelang sore hri, hujan yg turun bahkan condong deras & petir bersahutan. Hujan di bln Nopember ini menjadi barokah yg telah sejak sekian lama ditunggu, dinanti, & di inginkan sesudah berbulan-bulan dulu dihantam bencana kekeringan panjang tidak ada akhir.
Waktu Jakarta masuk ke masa hujan, potensi yg paling utama buat diwaspadai lebih-lebih jika bukan potensi banjir. Jakarta & banjir merupakan dua factor yg tidak dapat dipisahkan, bahkan sejak era kolonial beberapa ratus thn dulu. Memasuki periode hujan th 2015, sekali lagi jadi momentum pertaruhan bagi Pemerintah Propinsi DKI Jakarta buat membuktikan bahwa banjir Jakarta setidaknya telah sejak mulai menyusut risikonya. Milyaran rp telah digelontorkan utk mengembalikan keadaan daerah aliran sungai yg melewati Jakarta, merelokasi warga liar yg sekian puluh thn menempati wilayah pinggiran sungai.
Dulu, waktu upaya pencegahan utk normalisasi sungai Jakarta telah begitu kompleks dilakukan. Business lebih-lebih yg sanggup dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta utk atasi bencana banjir Jakarta?
Seseorang pengamat perkotaan Perkotaan Kampus Trisakti Jakarta, Yayat Supriatna menyampaikan bahwa genangan air kelihatannya tidak bakal bisa jadi sanggup menghilang dari Jakarta. Kenapa sebabnya? Tidak Cuma masalah aliran sungai yg tertunda, penyebab lain banjir Jakarta merupakan urusan drainase atau pompa penyedot air.
Seperti dilansir dari page CNN Indonesia, Yayat Supriatna mengisahkan bahwa drainase Jakarta itu kebanyakan telah berumur lanjut umur. Biasanya system drainase Jakarta dibangun di th 1970 an. Waktu Ini telah nyaris setengah abad drainase itu bekerja keras menyedot segala bisa jadi banjir & genangan air di jalan-jalan ibukota.
Yayat menegaskan, salah satu solusi banjir Jakarta yakni bersama mengoptimalkan pompa air yg ada di Jakarta. Pindai yg rusak & telah berumur uzur. Pompa air inilah yg nantinya dapat efektif utk mengatasi genangan di jalan-jalan ibukota Jakarta dikala hujan deras melanda.
Intinya pemakaian pompa air mesti dioptimalkan & diperhatikan. Banjir Jakarta tidak cuma disebabkan oleh sungai agung yg tersumbat sampah, tetapi pula dikarenakan tidak sedikit pompa-pompa air yg telah sepuh & sekian thn tidak diperbaiki. Akibatnya terang, hujan sedikit saja, genangan air bakal menutupi jalan raya di Jakarta. Bahkan genangan air yg lumayan dalam tidak jarang berjalan di sepanjang jalan Sudirman yg notabene ialah jalan protokol penting yg membelah Jakarta dari arah Blok Meter menuju Monas & Istana Negeri.
Ingin ditaruh di mana muka bangsa ini waktu orang asing menyaksikan cepat keadaan Jakarta yg terendam banjir, mereka tentu dapat serta-merta tanya “Jika Jakarta saja telah banjir, gimana dgn wilayah lain di Indonesia yg demikian luas ini?(cal)
img : cnnindonesia
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar