Periode hujan telah datang, kemarau panjang hasilnya berhenti perlahan. Sekarang Ini, bln Nopember 2015, pas bersama prediksi awal bahwa sebahagian gede Indonesia sedang memasuki fase awal masa hujan. Memang Lah, awan hujan yg datang belum terlampaui merata, tetapi hujan yg datang lebih sering mengambil petir & badai yg bersahutan, sampai kepada hasilnya hujan deras yg tidak bisa tertampung itu beralih jadi bencana banjir, seperti yg teratur menyapa penduduk Ibukota Jakarta.
Menanggapi potensi banjir yg bakal datang seiring bersama peningkatan kesempatan hujan deras di Jakarta & kota-kota gede yang lain, Menteri Kesehatan Nila Moeloek memberikan imbauan utama kepada penduduk, seperti yg diberitakan oleh page Antaranews. Imbauan dari Menteri Nila yakni konsisten menjaga kesehatan diwaktu masa hujan tiba. Khususnya bagi penduduk yg wilayah pemukimannya jadi langganan banjir. Imbauan Nila ini bukan jadi omongan kosong, dikarenakan kenyataannya penyakit masa hujan tidak senantiasa menyangkut dgn flu, demam & penyakit sebab cuaca dingin & hujan yang lain. Ada bahaya lain yg mengintai di balik periode hujan & banjir.
Satu pesan dari Menteri Nila terutama ditekankan kepada mencegah anak-anak buat main-main bersama air banjir, menyelupkan badannya bahkan kepalanya ke dalam air banjir. Kenapa begitu?
Menurut Nila, kadang-kadang para orang lanjut usia malah menyaksikan lucu & hasilnya memberikan peluang terhadap anak-anak buat main bersama air banjir. Berenang kesana kemari di antara air banjir depan rumah, atau air banjir yg menggenang di jalan raya pasca hujan deras. Padahal, bahaya dari berendam di air banjir sangat banyak. Satu faktor yg paling nyata yaitu bahaya penyakit Leptospirosis.
Dengan Cara medis, penyakit Leptospirosis yakni penyakit yg disebabkan oleh bakteri leptospira, penyakit ini yakni salah satu penyakit yg berjenis zoonosis, artinya penyakit yg ditularkan lewat hewan.
Nah, di antara masa hujan yg deras & genangan air banjir, hewan penular penting dari penyakit Leptospirosis ini yakni tikus lewat kotoran & air kencingnya. Saat periode hujan datang & mengambil banjir di sekian banyak ruangan di Jakarta, tikus-tikus yg tinggal di dalam liang tanah tentu dapat ke luar dari sarangnya utk menyelamatkan diri. Nah tikus itu dapat berkeliaran di antara genangan banjir, & air kencing pun kotorannya bakal bercampur baur dgn air banjir.
Kala anak-anak malah asyik menjadikan banjir Jakarta sbg rekreasi murah meriah, sehingga disitulah bahaya Leptospirosis berjalan. Seseorang manusia baik orang dewasa ataupun anak-anak yg mempunyai luka terbuka di badannya, seterusnya luka tersebut terendam air banjir yg telah tercampur dgn kotoran/kencing tikus yg mengandung bakteri lepstopira, sehingga disitulah ancaman infeksi otoran/kencing tikus yg mengandung bakteri Leptospirosis berlangsung. (cal)
img : Kompasiana
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar