Jumat, 23 September 2016

Banjir Bandang Parah Menerjang Garut Sepetember 2016

Banjir di Garut terhadap 20 September 2016 tempo hri merupakan salah satu dampak cuaca La Nina yang terjadi di Indonesia hujan deras sering terjadi di masa bulan Agustus-September 2016. beberapa wilayah sempat mengalami banjir karena intensitas curah hujan yang tinggi. Informasi terakhir banjir di Garut dan Sumedang hingga menewaskan 10 jiwa dan 3 konsisten hilang belum ditemukan.

Penyebab banjir di Garut dipicu hujan deras yang lama menyebabkan Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri bersama kiat serentak meluap tanggul jebol mengakibatkan banjir bandang hingga ketinggian 1,5 – 2 meter. Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Garut terdapat 8 orang tewas, 1 orang hilang, 4 orang luka berat, 26 orang luka ringan dan sekian banyak ratus pengungsi.

Banjir terjadi dibeberapa titik jalan merupakan di kawasan jalan kurang lebih Rumah Sakit dr Slamet, Kecamatan Tarogong Kidul, sesudah itu jumlahnya titik jalan di kawasan kota.Seterusnya banjir melanda pemukiman penduduk kompleks Perumahan Buana, Desa Singdalaya, Kecamatan Karangpawitan. Tokoh warga kompleks Perumahan Buana, Hayat mengatakan banjir terjadi setelah hujan deras dan berlangsung lama mengguyur daerah Garut.

Banjir paling parah melanda wilayah Kecamatan Tarogong Kidul dan Kecamatan Bayongbong. Banjir sejak mulai sejak meninggi hingga 2 meter pada pukul 20.00 hingga 23.00 ini. Banjir pula sampai menggenangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Slamet Garut.

Biarpun banjir sudah surut, kondisi sangat parah setalah air merendam perumahan warga. Di sekian tidak sedikit titik area masih tergenang setinggi lutut sehingga masihlah dalam kondisi darurat dan sebagian harus mengungsi. Penduduk harus lebih-lebih dulu membersihkan sisa-sisa rendaman banjir. Setidaknya masih butuh 2-3 hari buat benar-benar bisa kembali ke rumah. Ini belum terhitung kerusakan peralatan rumah tangga akibat genangan air.
sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar