Selasa, 27 September 2016
Banjir Rutinan di Kabupaten Bandung Harus Diatasi Serius
Hujan deras yg mengguyur daerah Kab Bandung dari Selasa Sore (20/9) sampai Rabu pagi (21/9). Menyebabkan debit air sungai Cisangkuy, sungai Cikapundung & sungai Citarum naik, mengakibatkan ajaran 3 sungai tersebut meluap, maka merendam sekian banyak titik di 3 Kecamatan di Kab Bandung diantaranya : Kecamatan Pameungpeuk, Kecamatan Baleendah & Kecamatan Dayeuhkolot.
Menurut Atep Salman Al-Farisi, Ketua MRI Kab Bandung, di 3 Kecamatan tersebut memang lah tidak jarang berlangsung banjir di dikala periode penghujan datang, lebih-lebih di waktu intensitas hujannya tinggi. “Tim SAR dari MRI Kab Bandung, sejak Rabu malam(21/9) pukul 20.00 WIB, sampai Kamis dinihari (22/9) menjelang shubuh pukul 04.15 WIB, lakukan patroli & evakuasi korban banjir, menyisir rumah-rumah yg terendam banjir,”terangnya
Penduduk yg rumahnya terendam banjir dievakuasi tim SAR-MRI Kab Bandung ke ruangan pengungsian di sekian banyak area diantaranya : di Gedung INKANAS, GOR Baleendah & Balai Desa Dayeuhkolot. ”Banyak masyarakat yg memiliki hunian tingkat, tak ingin dievakuasi kami, mereka pilih berkukuh di lantai atas rumahnya sampai banjir surut,”jelas Atep.
sekarang ini, perkembangan banjir telah mengalami penyusutan di sekian banyak titik, sebahagian tetap ada genangan banjir seputar 50 Centi Meter. Meski sebahagian gede telah surut, tetapi penduduk tetap terus siaga, dikarenakan hujan di wilayah Kab Bandung masihlah konsisten mengguyur di sore sampai tengah malam harinya.
Bencana banjir di Kab Bandung benar-benar tidak jarang berlangsung di waktu masa penghujan datang. Karakter banjir yg ‘pasang-surut’ yg tidak jarang datang banjir & kembali surut & tetap berulang, menyebabkan penduduk korban banjir yg tidak jarang jadi langganan banjir merasakan kejengahan yg luar biasa, seperti yg dirasakan Asep Muhidin (45) penduduk Dayeuhkolot. Beliau merasakan rasa kelelahan luar biasa seandainya banjir datang.
“Saya sebenarnya telah cape jikalau masa hujan datang senantiasa mengungsi, tetap mending tetangga aku yg rumahnya ditingkat. Bila aku rumahnya ga ditingkat automatis bila banjir datang mesti mengungsi sambil ngangkut banyak-barang yg bernilai di hunian,”keluhnya.
Atep menjelaskan alur 3 sungai yg melewati Bandung diantaranya : sungai Cisangkuy, sungai ini mengalir dari Kecamatan Pangalengan menuju Kecamatan Baleendah, sedangkan sungai Cikapundung mengalir dari Kecamatan Lembang menuju Kecamatan Dayeuhkolot & yg terakhir sungai Citarum mengalir dari Kecamatan Kertasari menuju ke Bandung Barat.
sumber banjir bandung
Jumat, 23 September 2016
Banjir Bandang Parah Menerjang Garut Sepetember 2016
Banjir di Garut terhadap 20 September 2016 tempo hri merupakan salah satu dampak cuaca La Nina yang terjadi di Indonesia hujan deras sering terjadi di masa bulan Agustus-September 2016. beberapa wilayah sempat mengalami banjir karena intensitas curah hujan yang tinggi. Informasi terakhir banjir di Garut dan Sumedang hingga menewaskan 10 jiwa dan 3 konsisten hilang belum ditemukan.
Penyebab banjir di Garut dipicu hujan deras yang lama menyebabkan Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri bersama kiat serentak meluap tanggul jebol mengakibatkan banjir bandang hingga ketinggian 1,5 – 2 meter. Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Garut terdapat 8 orang tewas, 1 orang hilang, 4 orang luka berat, 26 orang luka ringan dan sekian banyak ratus pengungsi.
Banjir terjadi dibeberapa titik jalan merupakan di kawasan jalan kurang lebih Rumah Sakit dr Slamet, Kecamatan Tarogong Kidul, sesudah itu jumlahnya titik jalan di kawasan kota.Seterusnya banjir melanda pemukiman penduduk kompleks Perumahan Buana, Desa Singdalaya, Kecamatan Karangpawitan. Tokoh warga kompleks Perumahan Buana, Hayat mengatakan banjir terjadi setelah hujan deras dan berlangsung lama mengguyur daerah Garut.
Banjir paling parah melanda wilayah Kecamatan Tarogong Kidul dan Kecamatan Bayongbong. Banjir sejak mulai sejak meninggi hingga 2 meter pada pukul 20.00 hingga 23.00 ini. Banjir pula sampai menggenangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Slamet Garut.
Biarpun banjir sudah surut, kondisi sangat parah setalah air merendam perumahan warga. Di sekian tidak sedikit titik area masih tergenang setinggi lutut sehingga masihlah dalam kondisi darurat dan sebagian harus mengungsi. Penduduk harus lebih-lebih dulu membersihkan sisa-sisa rendaman banjir. Setidaknya masih butuh 2-3 hari buat benar-benar bisa kembali ke rumah. Ini belum terhitung kerusakan peralatan rumah tangga akibat genangan air.
sumber
Penyebab banjir di Garut dipicu hujan deras yang lama menyebabkan Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri bersama kiat serentak meluap tanggul jebol mengakibatkan banjir bandang hingga ketinggian 1,5 – 2 meter. Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Garut terdapat 8 orang tewas, 1 orang hilang, 4 orang luka berat, 26 orang luka ringan dan sekian banyak ratus pengungsi.
Banjir terjadi dibeberapa titik jalan merupakan di kawasan jalan kurang lebih Rumah Sakit dr Slamet, Kecamatan Tarogong Kidul, sesudah itu jumlahnya titik jalan di kawasan kota.Seterusnya banjir melanda pemukiman penduduk kompleks Perumahan Buana, Desa Singdalaya, Kecamatan Karangpawitan. Tokoh warga kompleks Perumahan Buana, Hayat mengatakan banjir terjadi setelah hujan deras dan berlangsung lama mengguyur daerah Garut.
Banjir paling parah melanda wilayah Kecamatan Tarogong Kidul dan Kecamatan Bayongbong. Banjir sejak mulai sejak meninggi hingga 2 meter pada pukul 20.00 hingga 23.00 ini. Banjir pula sampai menggenangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Slamet Garut.
Biarpun banjir sudah surut, kondisi sangat parah setalah air merendam perumahan warga. Di sekian tidak sedikit titik area masih tergenang setinggi lutut sehingga masihlah dalam kondisi darurat dan sebagian harus mengungsi. Penduduk harus lebih-lebih dulu membersihkan sisa-sisa rendaman banjir. Setidaknya masih butuh 2-3 hari buat benar-benar bisa kembali ke rumah. Ini belum terhitung kerusakan peralatan rumah tangga akibat genangan air.
sumber
Langganan:
Komentar (Atom)
