Selasa, 31 Mei 2016

Terjadinya Banjir Bandang di Pelaruga

kepada Pekan 29 Mei 2016 kejadian naas berlangsung akibat banjir bandang di Pemandian Alam Petar & Pelaruga di Dusun I Desa Hunian Galuh, Kecamatan Sei Bingai, Kab Langkat, Sumatera Utara. Akibat banjir ini 3 korban jiwa tewas terserat arus.

Berdasarkan berita di ruang banjir bandang di Pelaruga kronologinya kala itu banjir menyeret 15 wisatawan yg sedang berada di ruangan pemandian. Dikala orang-orang tengah asik mandi, ‎tiba-tiba saja air meluap setinggi dua meter bersama arus deras & menyapu korban.

“Air bah tiba-tiba saja datang, dgn ketinggian sekira dua meter. Keadaan inilah yg menciptakan ke-2 rombongan yg lagi mandi di kolam abadi tersebut terbawa arus yg tiba-tiba meluap tadi, maka ke3 korban hanyut”,terang Mohammad Rendra salah satu orang yg berada di tempat disaat histori banjir datang tiba-tiba di pemandian abadi Pelaruga.

Untungnya bersama pertolongan pemandu, sebahagian yg terserat arus dapat tertolong & 2 orang ditemukan tewas & satu lagi hilang. Korban banjir bandang Pelaruga ditetapkan 3 orang yg kemudain dipindah ke Puskesmas Kec Bingai Kel Namu Ukur Selatan.

Didapati identitas ke-3 korban banjir bandang di Pelaraga ini diantaranya merupakan : Johanes Simamora, Pria, 27, Istruktur Fitness, Alamat : Jalan Sei Bln kecamatan Medan Baru (tewas), Gloria Maranata br Simamora, Wanita, 15, Alamat : Jalan TB.Simatupang Kecamatan Siantar Utara (Belum ditemukan). Hadi Santoso, Cowok, 20, Mahasiswa Sekolah Tehnik Angan-angan Medan, Alamat : Jalan. Tri Tura Medan (Tewas).
sumber

Selasa, 24 Mei 2016

Lokasi Ini Jadi Fokus Pemulihan Banjir di Bekasi

Dua area prioritas pencegahan banjir di Bekasi ini berada di Perumahan Pondok Agung Permai, Kecamatan Jatiasih, & Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara. Pemilihan dua tempat prioritas pencegahan banjir ini ditentukan serta-merta oleh Staf Ahli Wali Kota Bekasi Sektor Pembangunan, M Ridan.

Satu minggu dulu, dua titik persis disebelah Kali Bekasi ini memang lah diterjang banjir yg pass parah. Bahkan ketinggian banjir di Perumahan Pondok Akbar Permai hingga mencapai ketinggian 4 meter!

Trik buat mengatasi & mencegah banjir di Bekasi berulang kembali yakni dgn memasang beronjong berupa batu kali yg setelah itu diikat bersama kawat. Nantinya beronjong ini bakal ditaruh di
sepanjang tanggul Kali Bekasi, di ujung pintu gerbang perumahan Pondok Besar Permai. Pada Awal Mulanya tanggul ini benar-benar pernah jebol saking kuatnya arus air banjir di Kali Bekasi. Panjang tanggul yg jebol juga tidak main, hingga mencapai 20 meter.

Sementara itu, upaya pencegahan banjir di Kelurahan Teluk Pucung Bekasi yg berlokasi di kurang lebih Jembatan Teluk Pucung dilakukan bersama memulihkan kembali keadaan tanggul yg pernah retak & amblas. Panjang tanggul yg dapat dibuat di Jembatan Teluk Pucung ini mencapai sepanjang 300 meter. Tetapi dikarenakan dana pembangunan daerah yg mandek, sehingga pembuatan tanggul baru selesai lebih kurang 100 meter.

Hingga bersama hri ini, upaya pemulihan keadaan pasca banjir di Bekasi tetap konsisten dilakukan. Bau amis tumpukan lumpur & tembok yg tetap lembab demikian terasa di Perumahan Pondok Besar Permai.

Pemerintah Kota Bekasi serta telah menyiapkan ribuan karung kosong yg dapat diisi buat membuang lumpur & sampah yg tetap berserak pasca banjir di Perumahan Pondok agung Permai.

diluar itu, Pegawai dai Pemadam Kebakaran Kota Bekasi juga tiap-tiap harinya masihlah mesti bertugas membersihkan tumpukan lumpur.

Ruangan yg paling urgen buat langsung dipulihkan keadaannya merupakan bangunan umum, seperti contohnya bangunan sekolah. Sewaktu satu pekan terakhir, gerakan menggali ilmu mengajar di SDN V Jatirasa Perumahan Pondok Akbar Permai mesti dihentikan buat sementara dikarenakan lumpur tebal & debu menutupi semua segi sekolah.
sumber

Penyebab Banjir di Bekasi

Sesudah sekian banyak daerah terkena banjir di awal th 2016, sekarang banjir yg pass parah menimpa Bekasi. Banjir parah berlangsung di Jatiasih Bekasi terhadap pagi hri Kamis 21 April kurang lebih pukul 09.00, nyaris kurang lebih 5000 hunian masyarakat terendam banjir. Berita dari tim DERM Tindakan Langsung Tanggap yg datang ke ruang banjir mencapai 2-3 meter ketinggian air mencapai genteng hunian warga.

Penyebab banjir di Bekasi yg cukup parah ini yaitu akibat tanggul kali Bekasi yg jebol. Air dari Kali Cikeas yg berada di dekat wilayah itu serta mengalir ke perumahan. Arus deras air melewati genteng rumah-rumah masyarakat. Debit limpasan di bendungan kali itu mencapai 780 meter kubik per detik. “Lebih akbar dibanding banjir 2007,” kata operator bendungan Kali Bekasi, Wildan.

Banjir di Bekasi ini merendam 5 kecamatan & setidaknya ada 5000 hunian penduduk yg hasilnya terendam. Meluapnya falsafah Kali Bekasi, atau Sungai Cikeas. Nyaris seluruhnya pemukiman penduduk yg berada pas di bantaran Kali Bekasi dijamin terendam banjir lumayan parah. Terhadap siang Kamis (21/4) banjir parah terutama di Perumahan Pondok Besar Permai Jatiasih. Penduduk cepat di evakuasi ke lokasi pengungsian sebab ketinggian air telah hingga genteng hunian penduduk.

Penyebab mutlak benar-benar tanggul jebol yg sebenarnya baru dalam proses pembangunan yg belum selesai. diluar itu akibat hujan terus-terusan, debit air kali Bekasi pun meluap. Kepada hri Jumat ketinggain air tetap tinggi akibat kiriman air dari Bogor maka pengungsi tetap belum mampu bergerak, terlebih hujan masihlah barangkali datang & dikhawatirkan bakal ada banjir susulan.
sumber

Minggu, 08 Mei 2016

Banjir di Jatiasih Bekasi Terjang 5.000 Rumah Sekaligus!

 
Banjir di Jatiasih Bekasi April 2016 ini berlangsung demikian fenomenal. Hujan deras yg mengguyur merata di Jakarta sejak Kamis dinihari tempo hari,(21/4) sontak menciptakan seluruhnya falsafah sungai yg mengalir ke pantai utara Jawa meluap. Tidak selain sungai yg membelah Jakarta & Bekasi. Hasilnya gemuruh banjir juga tidak sanggup dihindari. Kantor Info Antara menyebutkan, berdasarkan catatan dari Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, banjir di Bekasi merendam sedikitnya 5.000 satuan hunian sekaligus!

Lima ribu hunian yg terendam banjir di Bekasi ini menyebar merata di lima kecamatan. Banjir disebabkan oleh meluapnya falsafah Kali Bekasi, atau Sungai Cikeas. Nyaris seluruhnya pemukiman penduduk yg berada serasi di bantaran Kali Bekasi dijamin terendam banjir lumayan parah.

Satu titik banjir terparah menerjang Perumahan Pondok Agung Permai, Jati Asih, Bekasi. Genangan banjir di ruang ini mencapai ketinggian 3 hingga 4 meter! Cuma menyisakan genteng hunian yg menyembul di balik air banjir. Semalamn tadi sunyi & gelap gulita terasa di area ini, karena telah sejak pagi PLN memutus ajaran listrik demi keselamatan.

Luapan Kali Bekasi yg masuk ke Perumahan Pondok Agung Permai berasal dari limpahan tanggul yg jebol. Tidak ayal, air mengalir deras sejak Kamis pagi (21/4) pukul sekira pukul 09.00 WIB. seterusnya, ketinggian air konsisten memuncak drastis hingga malam. Menjelang tengah tengah malam tadi, dikabarkan air banjir di Pondok Agung Permai pernah surut dengan cara bertahap, kira kira pukul 22.30 WIB, air banjir cuma menyisakan sekian banyak senti meter saja. Tetapi, cita-cita surutnya banjir ini nyata-nyatanya cuma berjalan tidak lebih dari 30 menit.

Gemuruh banjir dari Kali Bekasi kembali menghantam Perumahan Pondok Besar Permai seputar pukul 23.00 WIB tengah malam tadi. Bahkan menurut laporan awal yg dihimpun pagi ini, ketinggian air lebih tidak baik & lebih deras di bandingkan tempo hari, masihlah berkisar di kedalaman air 2-3 meter. Dihitung total, efek korban banjir di Pondok Agung Permai berjumlah lebih dari 700 Kepala Keluarga.

Sementara itu, tempat lain yg terendam banjir akibat luapan Kali Bekasi serta berlangsung di Perumahan Perumahan Bumi Nasio di Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih (500 KK), Perumahan Dosen IKIP (400KK), Perumahan Villa Jatirasa (500KK)
sumber

Sungai Citarum Penyebab Banjir Kabupaten Bandung

 
Banjir di Kab Bandung berimpak gede bagi penduduk Dayeuhkolot & sekitarnya. Air banjir dikabarkan meluap teramat serta-merta kepada Sabtu, 12 Maret 2016.

Bila diperhatikan lebih terang, biasanya topografi kawasan yg terendam banjir luapan Sungai Citarum ini benar-benar berada lebih rendah dari falsafah sungai. Bentukannya menyerupai mangkok. Imbas dari topografi yg berbentuk semacam ini, banjir senantiasa menerjang tiap periode hujan di kawasan Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah, Banjaran & Pamengpeuk. 5 kecamatan ini benar-benar jadi kawasan terparah diterjang banjir. Dikarenakan lokasinya yg berada paling dekat bersama falsafah Sungai Citarum.

Lantas, kenapa luapan Sungai Citarum dapat berlangsung?
Kalau dipandang dari kisah awalnya, Sungai Citarum yakni sungai yg mendapat julukan juga sebagai sungai paling besar & terpanjang di bumi Pasundan, Tanah Jawa Barat.

Ditarik garis lurus, panjang ajaran Sungai Citarum mencapai kurang lebih 300 Kilometer. Dari arti namanya, Sungai Citarum disusun oleh dua kata, merupakan kata Ci yg dalam bahasa Sunda klasik berarti air atau sungai, seterusnya kata ke-2 ialah Tarum yg diambil dari nama tumbuhan penghasil warna nila dengan cara alami. Dari arti kata tersebut, Sungai Citarum dahulunya diakui yang merupakan sungai yg tidak sedikit mempunyai tumbuhan Tarum di sepanjang alirannya.

Dengan Cara geografis, Sungai Citarum yg membentang sejauh 300 Kilo Meter menuju Laut Jawa di Utara berawal dari hulu yg terdapat di Lereng Gunung Wayang. Hulu sungai Citarum ini berada di tenggara Kota Bandung, hri ini hulu Citarum masuk ke wilayah Desa Cibeureum, Kertasari Bandung.
Dalam perjalanannya dari hulu ini, Sungai Citarum serta mengumpulkan beraneka ajaran anak sungai yg berasal dari daerah lain, contohnya Sungai Dayeuhkolot, kawasan yg waktu ini terendam banjir parah akibat luapan Citarum.

Sesudah dari Dayeuhkolot, ajaran Sungai Citarum berbelok ke arah barat laut & bergerak menuju ke utara. Seandainya mengendarai kendaraan dari arah Padalarang menuju Cianjur, tentu Kita bakal melintasi falsafah Sungai Citarum yg jadi perbatasan dari kawasan Bandung Barat & Cianjur.
Setelah Itu dari Cianjur, ajaran Sungai Citarum melintasi Kab Puurwakarta, & terakhir masuk ke Kab Karawang jadi batas wilayah bersama Kab Bekasi. Sampai hasilnya falsafah gede Sungai Citarum berhenti di Ujung Karawang masuk ke laut Jawa.
sumber

Senin, 25 April 2016

Penyebab Banjir di padang Sumatera Barat


Banjir bandang berjalan setelah hujan deras selama berhari-hari menghantam Tujuh Kabupaten/Kota sekaligus, meliputi Padang, Bukittinggi, Pariaman, Padang Pariaman, Agam, Pesisir Selatan dan Pasaman Barat. Kerugian akibat bencana banjir Padang ini juga tak main-main, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat menyebut angka perkiraan kerugian akibat banjir di Padang mencapai Rp.45, miliar, setelah itu kerugian di Padang Pariaman rugi Rp25-Rp30 miliar, Pariaman rugi Rp10 miliar, Pesisir Selatan rugi Rp5 miliar dan Agam mencapai kerugian Rp638 juta.

Sedangkan menurut catatan BPBD Sumatera Barat, resiko banjir terburuk menerjang lima kecamatan di Kota Padang meliputi Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, Nanggalo, Padang Barat dan Padang Utara.

Publik juga sontak bertanya-tanya, apa yang menjadi penyebab bencana banjir ini? mengapa sanggup resiko banjir Padang thn ini betul-betul besar dan memicu kerugian gemilang?

Berikut yaitu 3 Penyebab Banjir di Padang, Sumatera Barat yang dianalisi memakai data-data ilmiah dari lapangan, dikutip dari laman Mongabay :

1. Penyebab banjir di Padang yakni kondisi topografi yang Padang yang landai
Biarpun Kota Padang berada persis di sisi bidang dari Bukit Barisan bersama luas wilayah mencapai 1.414,96 kilometer persegi. Ternyata wilayah layak huni di Padang tak lebih dari 30% saja. sisanya 70% yaitu perbukitan yang curam. Imbasnya, kondisi pemukiman Kota Padang yang berada di dataran rendah berada lebih landai, ruang berkumpulnya air hujan, menjadi hilir sungai-sungai yang mengalir dari hulu.

2. Curah hujan Kota Padang berada di titik puncak tertinggi
Data dari Tubuh Meteorologi, Klimatologi, & Geofisika Kota Padang, intensitas hujan di Padang saat musim hujan thn 2016 ini tergolong dalam kategori ekstrem. Bayangkan saja intensitas hujan sampai 370 mili meter. Dijelaskan lebih enteng, bersama intensitas hujan se gede ini, memaksa per kira kira satu hektar tanah di Padang harus mampu menyerap 3.700 meter kubik air. Bisa dikatakan melebihi daya tampung hutan. Kira-kira Seluas lapangan bola harus menampung 3.700 meter kubik air. Waktu intensitas hujan begitu deras, tapi luasan hutan semakin menyempit. Maka air hujan dapat meluap dari sungai tak dapat tertampung. Akhirnya mogok menjadi banjir.

3. Penyebab banjir Padang, hutan di Padang sudah tak lagi bermutu
Fakta menunjukkan bahwa hutan di Padang sudah jauh dari kualitas standarnya. teramat tidak sedikit lokasi hutan yang tidak memiliki rambut di lantaran penebangan, alih fungsi lahan hutan menjadi pertanian. Salah satu tempat hutan tak mempunyai rambut di Padang terletak di hulu Sungai Batang Aie Dingin, Kecamatan Koto Tangah Padang. Penemuan dari Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (Dipernakbunhut) menemukan kawasan hutan konservasi sudah tak mempunyai rambut seputar 10 hektar.
sumber

Senin, 18 April 2016

Waspada Banjir Susulan: BMKG Rilis Ancaman Cuaca Buruk Bangka Belitung

Dengan Cara Apa rincian ancaman cuaca tidak baik di Bangka Belitung & khususnya Kota Pangkal Pinang?

Seperti yg dikutip dari pemberitaan Kantor Kabar Antara, Staf Koordinator Satuan Analisa terhadap Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika Pangkalpinang, Tri Yulianto launcing berita paling baru berkaitan potensi cuaca tidak baik di Pulau Bangka. Jelasnya, prediksi hri ini Senin (22/2) cuaca yg berjalan di daratan Pulau Bangka lumayan jelek, ditandai dgn potensi hujan lebat disertai dgn petir sejak pagi sampai siang hri.

Sedangkan cuaca jelek di laut Bangka serta diprediksi dapat menigkatkan tinggi gelombang laut hingga dgn lebih dari 1.5 meter, keadaan gelombang laut seperti begitu terang membahayakan bagi keselamatan penangkap ikan atau kastemer jasa angkutan laut yang lain.

Banjir di Pangkal Pinang benar-benar telah surut, tetapi bukan berarti warga di Pulau Bangka akan melepaskan seluruh kekhawatiran, dikarenakan periode hujan diprediksi tetap dapat turun dgn deras hingga bersama awal bln Maret kelak. Bahkan dengan cara kusus Tubuh Meteorologi Klimatologi & Geofisika ( . Cuaca tidak baik di Pangkal Pinang ini diprediksi bakal berjalan baik di lautan ataupun di daratan.

Lebih lanjut, rilisan cuaca jelek yg diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika menyebut, ancaman cuaca tidak baik bersama hujan deras setidaknya bakal berjalan di daratan Kab Bangka Barat, Bangka,, Bangka Tengah, Belitung, Belitung Timur & Kota Pangkalpinang, sedangkan Bangka Selatan cuma berpotensi hujan ringan sampai sedang.

Sedangkan ketinggian gelombang laut paling atas diprediksi dapat berjalan di perairan Sungai Liat, Kabupateng Bangka Tengah bersama ketinggian air laut mencapai 2,42 meter.

Utk didapati, sepekan dulu banjir bandang bersama ketinggian air mencapai lebih dari dua meter menenggelamkan ribuan hunian di Kecamatan Sungai Selan, Kab Bangka Tengah. Waktu Ini, ancaman cuaca tidak baik kembali datang di Bangka Tengah, kewaspadaan bakal bencana banjir susulan juga utama mesti dioptimalkan.
sumber