Senin, 25 April 2016
Penyebab Banjir di padang Sumatera Barat
Banjir bandang berjalan setelah hujan deras selama berhari-hari menghantam Tujuh Kabupaten/Kota sekaligus, meliputi Padang, Bukittinggi, Pariaman, Padang Pariaman, Agam, Pesisir Selatan dan Pasaman Barat. Kerugian akibat bencana banjir Padang ini juga tak main-main, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat menyebut angka perkiraan kerugian akibat banjir di Padang mencapai Rp.45, miliar, setelah itu kerugian di Padang Pariaman rugi Rp25-Rp30 miliar, Pariaman rugi Rp10 miliar, Pesisir Selatan rugi Rp5 miliar dan Agam mencapai kerugian Rp638 juta.
Sedangkan menurut catatan BPBD Sumatera Barat, resiko banjir terburuk menerjang lima kecamatan di Kota Padang meliputi Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, Nanggalo, Padang Barat dan Padang Utara.
Publik juga sontak bertanya-tanya, apa yang menjadi penyebab bencana banjir ini? mengapa sanggup resiko banjir Padang thn ini betul-betul besar dan memicu kerugian gemilang?
Berikut yaitu 3 Penyebab Banjir di Padang, Sumatera Barat yang dianalisi memakai data-data ilmiah dari lapangan, dikutip dari laman Mongabay :
1. Penyebab banjir di Padang yakni kondisi topografi yang Padang yang landai
Biarpun Kota Padang berada persis di sisi bidang dari Bukit Barisan bersama luas wilayah mencapai 1.414,96 kilometer persegi. Ternyata wilayah layak huni di Padang tak lebih dari 30% saja. sisanya 70% yaitu perbukitan yang curam. Imbasnya, kondisi pemukiman Kota Padang yang berada di dataran rendah berada lebih landai, ruang berkumpulnya air hujan, menjadi hilir sungai-sungai yang mengalir dari hulu.
2. Curah hujan Kota Padang berada di titik puncak tertinggi
Data dari Tubuh Meteorologi, Klimatologi, & Geofisika Kota Padang, intensitas hujan di Padang saat musim hujan thn 2016 ini tergolong dalam kategori ekstrem. Bayangkan saja intensitas hujan sampai 370 mili meter. Dijelaskan lebih enteng, bersama intensitas hujan se gede ini, memaksa per kira kira satu hektar tanah di Padang harus mampu menyerap 3.700 meter kubik air. Bisa dikatakan melebihi daya tampung hutan. Kira-kira Seluas lapangan bola harus menampung 3.700 meter kubik air. Waktu intensitas hujan begitu deras, tapi luasan hutan semakin menyempit. Maka air hujan dapat meluap dari sungai tak dapat tertampung. Akhirnya mogok menjadi banjir.
3. Penyebab banjir Padang, hutan di Padang sudah tak lagi bermutu
Fakta menunjukkan bahwa hutan di Padang sudah jauh dari kualitas standarnya. teramat tidak sedikit lokasi hutan yang tidak memiliki rambut di lantaran penebangan, alih fungsi lahan hutan menjadi pertanian. Salah satu tempat hutan tak mempunyai rambut di Padang terletak di hulu Sungai Batang Aie Dingin, Kecamatan Koto Tangah Padang. Penemuan dari Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (Dipernakbunhut) menemukan kawasan hutan konservasi sudah tak mempunyai rambut seputar 10 hektar.
sumber
Senin, 18 April 2016
Waspada Banjir Susulan: BMKG Rilis Ancaman Cuaca Buruk Bangka Belitung
Dengan Cara Apa rincian ancaman cuaca tidak baik di Bangka Belitung & khususnya Kota Pangkal Pinang?
Seperti yg dikutip dari pemberitaan Kantor Kabar Antara, Staf Koordinator Satuan Analisa terhadap Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika Pangkalpinang, Tri Yulianto launcing berita paling baru berkaitan potensi cuaca tidak baik di Pulau Bangka. Jelasnya, prediksi hri ini Senin (22/2) cuaca yg berjalan di daratan Pulau Bangka lumayan jelek, ditandai dgn potensi hujan lebat disertai dgn petir sejak pagi sampai siang hri.
Sedangkan cuaca jelek di laut Bangka serta diprediksi dapat menigkatkan tinggi gelombang laut hingga dgn lebih dari 1.5 meter, keadaan gelombang laut seperti begitu terang membahayakan bagi keselamatan penangkap ikan atau kastemer jasa angkutan laut yang lain.
Banjir di Pangkal Pinang benar-benar telah surut, tetapi bukan berarti warga di Pulau Bangka akan melepaskan seluruh kekhawatiran, dikarenakan periode hujan diprediksi tetap dapat turun dgn deras hingga bersama awal bln Maret kelak. Bahkan dengan cara kusus Tubuh Meteorologi Klimatologi & Geofisika ( . Cuaca tidak baik di Pangkal Pinang ini diprediksi bakal berjalan baik di lautan ataupun di daratan.
Lebih lanjut, rilisan cuaca jelek yg diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika menyebut, ancaman cuaca tidak baik bersama hujan deras setidaknya bakal berjalan di daratan Kab Bangka Barat, Bangka,, Bangka Tengah, Belitung, Belitung Timur & Kota Pangkalpinang, sedangkan Bangka Selatan cuma berpotensi hujan ringan sampai sedang.
Sedangkan ketinggian gelombang laut paling atas diprediksi dapat berjalan di perairan Sungai Liat, Kabupateng Bangka Tengah bersama ketinggian air laut mencapai 2,42 meter.
Utk didapati, sepekan dulu banjir bandang bersama ketinggian air mencapai lebih dari dua meter menenggelamkan ribuan hunian di Kecamatan Sungai Selan, Kab Bangka Tengah. Waktu Ini, ancaman cuaca tidak baik kembali datang di Bangka Tengah, kewaspadaan bakal bencana banjir susulan juga utama mesti dioptimalkan.
sumber
Seperti yg dikutip dari pemberitaan Kantor Kabar Antara, Staf Koordinator Satuan Analisa terhadap Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika Pangkalpinang, Tri Yulianto launcing berita paling baru berkaitan potensi cuaca tidak baik di Pulau Bangka. Jelasnya, prediksi hri ini Senin (22/2) cuaca yg berjalan di daratan Pulau Bangka lumayan jelek, ditandai dgn potensi hujan lebat disertai dgn petir sejak pagi sampai siang hri.
Sedangkan cuaca jelek di laut Bangka serta diprediksi dapat menigkatkan tinggi gelombang laut hingga dgn lebih dari 1.5 meter, keadaan gelombang laut seperti begitu terang membahayakan bagi keselamatan penangkap ikan atau kastemer jasa angkutan laut yang lain.
Banjir di Pangkal Pinang benar-benar telah surut, tetapi bukan berarti warga di Pulau Bangka akan melepaskan seluruh kekhawatiran, dikarenakan periode hujan diprediksi tetap dapat turun dgn deras hingga bersama awal bln Maret kelak. Bahkan dengan cara kusus Tubuh Meteorologi Klimatologi & Geofisika ( . Cuaca tidak baik di Pangkal Pinang ini diprediksi bakal berjalan baik di lautan ataupun di daratan.
Lebih lanjut, rilisan cuaca jelek yg diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika menyebut, ancaman cuaca tidak baik bersama hujan deras setidaknya bakal berjalan di daratan Kab Bangka Barat, Bangka,, Bangka Tengah, Belitung, Belitung Timur & Kota Pangkalpinang, sedangkan Bangka Selatan cuma berpotensi hujan ringan sampai sedang.
Sedangkan ketinggian gelombang laut paling atas diprediksi dapat berjalan di perairan Sungai Liat, Kabupateng Bangka Tengah bersama ketinggian air laut mencapai 2,42 meter.
Utk didapati, sepekan dulu banjir bandang bersama ketinggian air mencapai lebih dari dua meter menenggelamkan ribuan hunian di Kecamatan Sungai Selan, Kab Bangka Tengah. Waktu Ini, ancaman cuaca tidak baik kembali datang di Bangka Tengah, kewaspadaan bakal bencana banjir susulan juga utama mesti dioptimalkan.
sumber
Lebih Seratus Rumah di Cilacap Dihantam Bencana Banjir

Bayangkan saja, wilayah yang puluhan th tak pernah diterjang banjir seperti di Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung pekan dahulu mengalami kekagetan yang mengagumkan, lantaran banjir datang dengan gemuruh air yang tak disangka, banjir merendam hampir seluruh Kabupaten di Bangka dengan ketinggian air lebih dari 1.5 meter!
Setelah banjir di Bangka yang termasuk juga pun jenis langka, saat ini banjir pun dikabarkan menerjang wilayah yang jarang sekali dihantam bencana luapan air bah. Seperti yang dikutip dari pemberitaan Antaranews, sekian banyak ratus rumah di Desa Tarisi, Cilacap dilaporkan terendam banjir akibat hujan lebat yang turun sejak hari Rabu sampai Kamis dini hari dahulu.
Impak banjir Cilacap ini serta tak mampu dianggap sepele. Karena banjir dilaporkan merendam lebih dari seratus rumah. Data akurat dari Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Tri Komara Sidhy menyebutkan, banjir di Cilacap ini merendam 120 unit rumah di Dusun Rangasan, sesudah itu 15 rumah di Dusun Cikaranjo, 10 rumah di Dusun Meluwung, dan 62 rumah di Dusun Sidodadi.
Buruknya lagi, selain merendam sekian banyak ratus rumah, banjir di Cilacap ini pun membuat banyak petani harus gigit jari melihat sawahnya terancam tak berhasil panen. Sebab banjir juga merendam puluhan hektare sawah di Desa Tarisi dan ruas jalan Provinsi yang menghubungkan kawasan Sidareja dan Cukangleleus di sepanjang trayek selatan jateng.
Walaupun demikian, kabar terkini yang didapatkan di hari Jumat (19/2) ini, banjir sudah mulai sejak surut dikarenakan pintu Bendungan Menganti di perbatasan Jawa Tengah dan jabar sudah dibuka dan membuat limpahan air sungai mengalir ke hilir di laut selatan. Aliran sungai yang membuat banjir di Cilacap yaitu percabangan dari sungai agung Citanduy.
sumber
Langganan:
Komentar (Atom)