Rabu, 24 Februari 2016

Banjir Aceh Tenggelamkan 3 Kabupaten Sekaligus

Dengan Cara husus, Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah menyempatkan mengahdiri serta-merta ruang banyaknya titik banjir di Kab Pidie. Dari laporan Kepala Sektor Kedaruratan Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Dewan Ansari, banjir tipe akbar di Pidie menenggelamkan tujuh kecamatan, banjir terparah merendam Kecamatan Batee, Padang Tiki, & Muara Tiga. Banjir bandang tidak cuma merendam saja, ajaran air banjir yg demikian deras hingga menghancurkan 29 hunian di Kecamatan Muara Tiga.

Tidak Cuma Kab Pidie, hujan yg deras mengguyur Aceh di puncak periode hujan Januari 2016 ini serta menenggelamkan Kab Aceh Gede. Kecamatan Seulimum di Kab Aceh Agung menjadi yg terparah diterjang banjir. Di ruang ini banjir juga masuk type banjir bandang, air banjir menerjang deras. Derasnya air banjir di Kab Aceh Agung menciptakan jembatan ambruk diterjang banjir. Jembatan yg ambuk berlokasi di Kecamatan Lembah Seulawah, empat jembatan ambruk & tidak sanggup lagi dimanfaatkan oleh masyarakat. Akibatnya sekian banyak desa di Kecamatan Lembah Seulawah mesti terisolir, menyulitkan distribusi pertolongan bencana banjir di Kecamatan Lembah Seulawah.

Terkecuali Pidie & Aceh Agung, banjir di akhir bln Januari pula menenggelamkan Kab Aceh Timur. Sepekan terakhir, hujan yg demikian deras telah menenggelamkan tiga Kab sekaligus. Di Aceh Timur, ruangan banjir terparah ada di Kecamatan Ranto Peurulak. Hunian, sekolah, pasar, & bermacam macam kegiatan warga mesti macet keseluruhan.

Menyaksikan resiko puncak periode hujan yg demikian parah mengambil bencana banjir bagi di Propinsi Aceh, pemerintah pusat sepertinya telah mesti sejak mulai melibatkan pertolongan skala nasional. Dikarenakan sejak periode hujan mula-mula kali datang kurang lebih Nopember 2015 dulu, banjir di Aceh telah berjalan berulang kali, merendam, seterusnya surut, seterusnya hujan lagi & diterjang banjir lagi.

Dikarenakan mitigasi & kesiapsiagaan kepada banjir tidak cuma jadi milik masyarakat Jakarta saja, banjir juga dapat berjalan di wilayah lain tidak cuma Jakarta.
sumber

3 Wilayah di Indonesia Darurat Demam Berdarah

wilayah demam berdarah
Penyakit khas yg muncul di periode hujan pula punyai argumen terang kenapa mesti mendapat perhatian lebih. Salah satu penyakit khas masa hujan yg senantiasa merebak jadi darurat ialah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Laporan terakhir yg sanggup dirangkum menjelang akhir Januari 2016 ini, DBD sedikitnya telah masuk ketagori bahaya di 3 wilayah yg tidak serupa di Indonesia, ialah Jambi, Jombang, & Bogor.

Wilayah Jambi & kurang lebih Palembang jadi yg perdana mengabarkan kasus darurat demam berdarah. Curah hujan yg begitu deras di Sumatera makin menciptakan tumbuh subur jentik nyamuk Aedes Aegypti penyebab demam berdarah. Dikutip dari beritasatu, sekian banyak hunian sakit pemerintah & swasta di Kota Jambi bahkan telah penuh terisi oleh pasien kasus penyakit demam berdarah. rata-rata dari mereka yg terjangkiti demam berdarah di Jambi yakni anak-anak. Sejak pertengahan Januari 2016, Jambi telah ditetapkan juga sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah. Instansi Kesehatan Jambi mengeluarkan status KLB demam berdarah di Jambi karena jumlah kasus DBD di Jambi sewaktu Januari 2016 telah mencapai 100 orang bahkan lebih.

Melansir pemberitaan dari Beritasatu.com, wilayah terkini yg melaporkan korban wafat akibat demam berdarah yaitu Bogor. Lembaga Kesehatan Kota Bogor menyampaikan, tatkala Januari 2016, jumlah kasus demam berdarah di Bogor telah mencapai 87 kasus, bersama jumlah korban wafat akibat penyakit DBD 2 orang. Dua masyarakat yg wafat dunia lantaran penyakit DBD di Bogor merupakan satu orang anak mungil yg tinggal di Kelurahan Balumbungjaya, Kecamatan Bogor Barat. Seterusnya satu orang lagi merupakan masyarakat Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah.

Setelah Itu wilayah lain yg melaporkan darurat demam berdarah yaitu Kab Jombang, jatim. Berita terakhir dari darurat demam berdarah Jombang mengemukakan sedikitnya telah ada sejumlah 6 korban jiwa yg wafat akibat infeksi virus Demam Berdarah di Jombang. Terenggutnya nyawa Nikmatur Rasyidah (6), asal Dusun Ngrawe, Desa Morosunggingan, Kecamatan Peterongan, dalam perawatan intensif RSUD Jombang, Senin (25/1) tempo hari jadi korban wafat paling baru di Jombang akibat merebaknya penyakit demam berdarah. Rasyidah ketahuan wafat waktu berada dalam perawatan hunian sakit. Rasyidah wafat lantaran diwaktu di bawa ke hunian sakit keadaan demam berdarahnya telah amat parah.
sumber

Banjir Bandang terjang Buleleng Bali

banjirbali
Seperti yg diberitakan oleh page Republika.co.id, hujan deras turun di Buleleng Bali tatkala berjam-jam lamanya. Akibatnya, belum pernah hujan mereda luapan sungai seketika mengambil gemuruh air. Menerjang 21 hunian di Buleleng Bali.

Banjir bandang di Buleleng Bali ini dibenarkan oleh Kepala Pusat Data Info & Humas Tubuh Nasional Penanggulangan Bencana (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin (25/1). Menurut Sutopo, betul sudah dilaporkan berlangsung banjir bandang di dua desa, ialah Desa Musi & Desa Penyabangan, Buleleng Bali. Banjir bandang juga menghantam & menghancurkan 36 hunian, 13 hunian di antaranya rata dgn tanah.

Banjir bandang Buleleng Bali ini pun menghanyutkan sepeda motor, ternak, & merusak kebun masyakarat, tetapi sampai tulisan ini dirilis tidak ada berita menyangkut korban jiwa. Saat Ini banjir bandang di Buleleng Bali dikabarkan telah berangsur surut. Tinggal lumpur tebal yg tetap menyisakan kehancuran akibat banjir bandang.

Bahkan Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah Propinsi Bali butuh menurunkan barisan TNI, Polri, SKPD, relawan lokal & warga dibantu dgn media berat utk memindahkan seluruh lumpur tebal.

Apa yg jadi penyebab dari banjir bandang di Buleleng Bali ini?
Sutupo menyampaikan bisa jadi agung ada indikasi bahwa banjir bandang Buleleng berjalan lantaran limpahan bendungan alami di daerah perbukitan akibat longsor yg berjalan pada awal mulanya. Tetapi selanjutnya hujan deras yg berlangsung selagi berjam-jam di Buleleng sudah meluapkan bendungan alami tersebut. Seterusnya hasilnya jebol & menghantam hunian masyarakat yg berada dibawah lereng bukit.

Hancurnya hunian bahkan hingga ada yg rata dgn tanah disebabkan derasnya ajaran banjir. Kontur tanah yg curam menurun tajam juga menambah kuat derasnya falsafah air banjir. Sutopo menyampaikan, hancurnya belasan hunian sampai rata bersama tanah dikarenakan banjir bandang berlangsung bersama sangatr segera. Meluncur mengambil material batu, kayu gelondongan, & air bercampur lumpur. Tinggi banjir bahkan mencapai 1,2 meter atau setinggi pundak orang dewasa.
sumber

Bahaya Demam Berdarah ketika Banjir

demamberdarah
Di antara periode hujan yg deras & semakin teratur menurunkan curah hujan ekstrem, diwaktu itu serta potensi penyebaran penyakit demam berdarah dapat betambah tidak baik. Lantaran seperti yg telah dipahami, jentik nyamuk dapat tumbuh & berkembang biak amat sangat subur diatas genangan air.

Melansir dari pemberitaan CNN Indonesia, Data dari Kemenkes Republik Indoneisa menyebut setidaknya ada seputar 511 kabupaten/kota di Indonesia berpotensi jadi area berkembangnya demam berdarah. Apa artinya angka statistik tersebut?

Statistik menyangkut 511 Kabupaten/Kota di Indonesia yg terancam bahaya nyamuk demam berdarah menggambarkan bahwa nyaris tidak ada satupun wilayah di Indonesia yg tak jadi endemik kepada penyakit demam berdarah. Jakarta tidak selain, ancaman demam berdarah di Jakarta betul berjalan.

Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, & Bekasi (Jabodetabek) jadi satu dari beberapa daerah endemik bahkan diperkirakan menjadi kawasan darurat demam berdarah. Dikarenakan satu aspek supporter berkembangnya nyamuk endemik demam berdarah merupakan keadaan lingkungan yg kurang kondusif, tak higienis, & penuh bersama masalah khas perkotaan : seperti banjir, & system drainase yg tidak baik. Drainase yg tak terjadi sama seperti fungsinya dapat menciptakan air enteng tergenang. Di ruang genangan air itulah koloni nyamuk Aedes aegypti mampu berkembang amat pesat.

Dari page CNN dikutip, Dirjen Pengendalian Penyakit & Penyehatan Lingkungan Mohamad Subuh smenegaskan kembali posisi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, & Bekasi yg teramat rawan terkena darurat demam berdarah. Menurut, Subuh jumlahnya saluran air yg mampet & memunculkan genangan bahkan banjir di Jakarta bakal menyebabkan jentik-jentik nyamuk Aedes spp sanggup tumbuh subur & semakin bertambah populasinya.

Ditambah lagi, perkembangan pembangunan kota-kota di kira kira Jakarta konsisten menerus berkembang pesat. Imbas dari jumlahnya proses pembangunan di Jakarta & kota-kota sekitarnya merupakan diwaktu ruangan pemukiman baru makin padat & makin bernoda. Seterusnya ditambah juga bersama sejumlah galian secon proyek kabel atau pembangunan yg tak tertutup sempurna, maka menyebabkan air gampang menggenang & mengundang nyamuk demam berdarah berkembang biak.
sumber

Kampung Pulo Sudah Tidak Banjir Lagi

kampungpulo
Kampung Pulo berada persis, sesuai di sebelah falsafah Sungai Ciliwung yg membelah Jakarta. Lebih-lebih ruang Kampung Pulo berada di kontur tanah yg menurun, lebih rendah di bandingkan bersama tinggi jalan raya Jatinegara yg pula berada persis di sebelah Kampung Pulo. Apabila menonton pengalaman banjir di Kampung Pulo th 2014 & th 2015 dulu, ketinggian air banjir di Kampung Pulo mampu mencapai lebih dari 2 meter! Tingginya air banjir di kawasan Kampung Pulo ini akibat demikian derasnya kiriman air dari Bogor yg seterusnya meluapkan Sungai Ciliwung.

Tetapi menjelang puncak masa hujan Januari thn 2016 ini dengan cara apa keadaan risiko banjir di Kampung Pulo? Sebelum memasuki puncak periode hujan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah lakukan bermacam macam kiat utk menghilangkan sampai nol risiko banjir di Kampung Pulo.

Seperti yg dikabarkan oleh page Kompas.com, pantauan terakhir menjelang puncak periode hujan di Akhir Januari 2016, Kampung Pulo tidak sempat lagi kebanjiran walau Jakarta & Bogor di guyur hujan bersama intensitas sedang sampai deras.

Suatu keajaiban mungil terbukti di Kampung Pulo, kawasan yg amat sangat teratur langganan dihantam banjir ini nyatanya mampu pula luput dari terjangan banjir.
Apa yg jadi penyebabnya? Daringin penduduk Kampung Pulo seperti dikabarkan oleh Kompas.com menyampaikan, perbuatan Pemerintah Jakarta utk membangun tanggung penahan banjir sepanjang ajaran Sungai Ciliwung terbukti amat sangat ampuh. Menurut beliau, tanggul proyek normalisasi Kali Ciliwung yg berbahan basic beton & ditempelkan di dinding Sungai

Ciliwung sukses menghambat luapan air sungai masuk ke dalam permukiman masyarakat seperti diawal mulanya.

Waktu Ini, seandainya hujan mengguyur Jakarta dgn deras, air sungai yg deras cuma naik & isikan di got-got sepanjang Kampung Pulo saja. Debit air Sungai Ciliwung di kurang lebih Kampung Pulo sewaktu masa hujan di Jakarta masihlah tergolong normal & stabil.

Sebetulnya kunci utk mencegah banjir besa itu enteng, pastikan sungai Ciliwung senantiasa terjaga kelancaran alirannya, jauhkan dari sampah plastik yg dapat menghambat. Lantaran sungai Ciliwung senantiasa jadi pelaku mutlak penyebab banjir Jakarta. Jangan Sampai remehkan terganggunya ajaran sungai Ciliwung
sumber

BEDA ANTARA GENANGAN AIR & BANJIR

 beda banjir genangan
sebelum masuk ke dalam fase puncak periode hujan Jakarta, sebahagian jalan-jalan panjang & jalan protokol di Ibukota dilaporkan telah sejak mulai tergenang oleh air pasca hujan deras. Tengok saja macam mana keadaan jalan panjang yg berada di kawasan Kedoya, Kebun Jeruk, Jakarta Barat pasca hujan deras membasahi wilayah Jakarta. Jalan serta-merta tertutup dgn air. Tergenang lantaran air hujan tidak mengalir ke bawah tanah tersumbat oleh buruknya drainase Jakarta.

Tetapi uniknya, tertutupnya jalan oleh air hujan tidak sanggup diketagorikan juga sebagai banjir.
Faktor ini ditegaskan oleh Kepala Lembaga Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan. Katanya, seperti dikutip dari page Kompas, bencana yg disebabkan pasca hujan deras di Jakarta tidak dapat dikategorikan sbg bencana banjir semata. Jelasnya ada perbedaan yg terang antara “Genangan Air” & “Banjir” yg berjalan di Ibukota.

Lantas apa beda antara genangan air & banjir?
Dijelaskan oleh Teguh Hendrawan, genangan air itu tidak mampu diketagorikan yang merupakan banjir kalau air perlahan surut cuma jangka waktu kala sekian banyak jam. Jikalau genangan air bersi teguh lebih dari 1×24 jam baru mampu dimasukkan dalam fase banjir.

Seterusnya perbedaan mendasar antara banjir & genangan air terletak terhadap seberapa tinggi ketinggian airnya. Jikalau air yg menggenang pasca hujan deras di Jakarta berada kepada ketinggian tidak lebih 40 centi meter sehingga dinamakan yang merupakan fase genangan air saja.

Lebih-lebih apabila genangan air berada terhadap ketinggian lebih dari 40 centi meter bahkan menyebabkan terjadinya pengungsian masyarakat dalam skala yg pass gede sehingga dapat dinamakan yang merupakan banjir.

Membedakan genangan air & banjir ini nantinya bakal memastikan seberapa gede atensi & pertolongan yg mesti diturunkan ke tempat terdampak.
sumber

LOKASI RAWAN BANJIR BANDANG DI LEBAK

banjir-di-lebak001
Menurut catatan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, ada sedikitnya 5 kecamatan atau wilayah di Lebak yang berpotensi diterjang banjir akbar kalau hujan deras turun dgn intensitas besar menjelang puncak musim hujan 2016 ini. Lima kawasan rawan banjir bandang di Lebak Banten tersebar di Keamatan Muncang, Lebak Gedong, Cimarga, Cikulur, Sobang, Rangkasbitung, dan Panggarangan.

Sedangkan untuk wilayah langganan banjir di Lebak yang terus berulang sejak tahun-tahun terhadap awal mulanya ada di 16 kecamatan dan 62 desa. Antara lain di kawasan Rangkasbitung, Cibadak, Cileles, dan Kalanganyar.

kemudian sungai di Lebak yang berpotensi meluap dan menyebabkan banjir di antaranya merupakan sungai Ciberang, Ciujung, Cimadur, Ciliman, Cidurian dan sungai lainnya yang menjadi rangkaian sungai utama di Lebak.

So’ waspada selalu terhadap potensi dan risiko banjir kapanpun dan dimanapun Anda tinggal, terutama selagi bergulirnya puncak dari periode hujan th 2016.
sumber