Minggu, 31 Januari 2016
Banjir Bandang terjadi di Inggris dan Swedia
Perubahan cuaca ekstrem yang menjadi semakin jelas dan nampak di akhir tahun 2015 ini telah membangkitkan risiko banjir akbar di beberapa negara bidang barat-daya Swedia. Tidak Cuma di Swedia, banjir agung pun terjadi di Inggris.
tidak cuma dikarenakan curah hujan yang teramat tinggi, banjir di Inggris disebabkan oleh fenomena cuaca berwujud angin topan. Warga setempat menyebutnya sebegai angin topan Desmond. Akhirnya, topan dahsyat yang terbentuk dari perubahan tekanan udara di lautan Atlantik ini telah mengakibatkan banjir bandang di sektor barat-laut Inggris dan sekian tidak sedikit wilayah di Skotlandia. Banjir besar di Inggris ini pula telah memutus pasokan listrik untuk puluhan ribu rumah.
Angin topan Desmond membawa hujan yang amat sangat deras, penahan banjir pun jebol dan falsafah sungai deras merendam lebih dari 60.000 rumah di wilayah di Cumbria, Lancashire, Inggris. Imbas yang paling terasa akibat banjir Inggris ini melumpuhkan layanan kereta api, beberapa jalan penting dan persimpangan jalan pun ditutup akibat banjir. Kantor informasi Xinhua mengabarkan, Perdana Menteri Inggris David Cameron lewat akun Twitternya mengkategorikan banjir di Inggris ini yang merupakan banjir parah.
Sementara itu, banjir juga terdaftar berjalan di Swedia. Curah hujan yang demikian parah dan ekor dari angin topan Desmond yang pun menghantam Swedia. Menerjang sebagian gede wilayah Swedia di awal bulan Desember 2015.
Air dari sekian tidak sedikit sungai yang mengalir sangat deras meluap di dekat Gotheborg, Kota terbesar kedua di Swedia. Instansi cuaca Swedia, Swedish Meteorological and Hydrological Institute sudah mengeluarkan peringatan kelas 3 waspada banjir untuk sekian tidak sedikit bagia provinsi di Bohuslan, Vastergotland dan Halland, peringatan kelas yaitu atau yang paling tinggi dalam skalanya. Bahkan , Swedish Meteorological and Hydrological Institute mengatakan, banjir di Swedia pada 2015 ini nampaknya mampu menjadi banjir ter tidak baik yang berjalan satu kali setiap 50 th sekali.
sumber
La Nina Pemicu Hujan Lebat dan Banjir di Indoenesia
Peningkatan curah hujan berarti peningkatan risiko banjir, terutama di sekian banyak kawasan Ibukota Jakarta. Karena Banjir Jakarta merupakan bukti yg barangkali tidak sempat mampu dilepaskan.
Menurut pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika menjelang akhir bln Januari 2016, ada sekian banyak gejala yg menunjukkan bahwa fenomena La Nina sudah terbentuk di Indonesia. Terutama di wilayah Indonesia sektor selatan Khatulistiwa, termasuk juga Jawa, Sumatera, Bali.
Indikasi munculnya La Niona & fenomena atmosfer pemicu hujan deras di Indonesia setidaknya bakal dijelaskan kepada dua gejala, merupakan :
1. Monsun Asia diperkirakan bakal makin menguat terhadap akhir Januari 2016
Monsun atau monsuun Asia yakni gejala berupa peningkatan masa hujan sepanjang khatulistiwa sebelah timur India. Penyebab penting monsoon Asia merupakan sebab perbedaan temparature hawa tahunan disekitar daratan & lautan Asia sebelah selatan. Tidak Cuma monsun, peningkatan curah hujan pun didukung dgn keadaan Moda Dipole yg memberikan tambahan pasokan uap air, khususnya di wilayah Indonesia barat.
2. Angin barat telah terbentuk & mendesak hawa dingin ke arah Indonesia
Indikasi peningkatan masa hujan & potensi banjir ditandai dgn indeks hawa dingin dari Asia (Cold Surge) makin meningkat menjelang akhir Januari 2016. Mengindikasikan peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan yg signifikan di wilayah Indonesia sektor barat
Dua gejala tersebut sedang betul-betul berjalan disekitar langit Indonesia. Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika, potensi hujan deras disertai angin puting beliung selanjutnya banjir bandang & tanah longsor dapat meningkat sejak hri ini 25 Januari 2016 sampai akhir Januari 2016.
Hujan deras khususnya dapat berjalan di wilayah pantai barat Sumatera, Sumatera bidang utara & selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi sektor tengah & selatan, Maluku sektor tengah, pun Papua bidang tengah.
sumber
3 Cara Ahok Atasi Banjir Jakarta
Intensitas hujan yang turun semakin deras dapat menjadi pembuktian bagi bermacam trik yang sudah dilakukan oleh Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk mengurangi dampak banjir di Ibukota Jakarta.
Tapi, sebelum masuk ke dalam fase puncak masa hujan Jakarta, sebagian jalan-jalan panjang dan jalan protokol di Ibukota dilaporkan sudah sejak mulai sejak tergenang oleh air pasca hujan deras. Tengok saja macam mana kondisi jalan panjang yang berada di kawasan Kedoya, Kebun Jeruk, Jakarta Barat pasca hujan deras Dari laman Kompas dikutip, Ahok sudah menyusun ide khusus yang dijabarkan dalam bentuk langkah maupun cara cegah banjir Jakarta terulang kembali. Berikut langkah yang dipegang Ahok biar wilayah Jakarta tetap terbebas dari rendaman banjir :
Menjaga volume sampah Jakarta
Trik kedua yang di pegang Ahok yakni menjaga agar di musim hujan yang semakin deras ini volume sampah Jakarta tetap terkontrol. Paling tidak janganlah ada sampah yang menggenang di ajaran sungai apalagi sampah yang menyumbat saluran air. Bukti nyata menunjukkan, banjir di Jakarta selalu terulang karena buruknya kedisiplinan masyarakat Jakarta dikala membuang sampah
Mengontrol sungai Ciliwung
Sungai Ciliwung akan dibilang yaitu penyumbang terbesar dari volume air yang meluap menjadi banjir besar di Jakarta. bahkan di awal tahun baru 2016 ini, pekan(3/1/2016) sebagian warga Kampung Pulo kembali terendam banjir. Banjir melanda pemukiman padat warga tersebut sejak pukul 02.00 WIB. Air yang diyakini rembesan dari proyek pembangunan sheetpile (turap) tersebut masuk ke rumah warga. Ahok mengaku dapat tetap memantau pergerakan air di sungai Ciliwung dan lakukan upaya paling efektif mencegah Ciliwung meluap.
Underpass atau jalan kolong harus dijaga
Jalanan Jakarta yang saling melintang dibangun berdasarkan gagasan underpass dan flyover, atau jalan kolong maupun jalan melayang. Tak dapat dimungkiri bahwa genangan banjir di Ibukota Jakarta berawal dari underpass. Bahkan bulan Desember thn 2015 lalu, hujan dgn intensitas deras yang mengguyur Jakarta langsung menimbulkan genangan air hingga terjadi banjir di underpass Dukuh Atas dan Semanggi. Kedalaman air yang menggenang di underpass bahkan mencapai hampir semeter. Genangan air inilah yang nantinya akan memicu banjir lebih tidak baik lagi. Lantaran Itu Ahok menerapkan kiat pertama yaitu menjaga pompa-pompa air di underpass tetap terjaga. Jangan Sampai Hingga sampai tersumbat atau malah rusak.
sumber
Tapi, sebelum masuk ke dalam fase puncak masa hujan Jakarta, sebagian jalan-jalan panjang dan jalan protokol di Ibukota dilaporkan sudah sejak mulai sejak tergenang oleh air pasca hujan deras. Tengok saja macam mana kondisi jalan panjang yang berada di kawasan Kedoya, Kebun Jeruk, Jakarta Barat pasca hujan deras Dari laman Kompas dikutip, Ahok sudah menyusun ide khusus yang dijabarkan dalam bentuk langkah maupun cara cegah banjir Jakarta terulang kembali. Berikut langkah yang dipegang Ahok biar wilayah Jakarta tetap terbebas dari rendaman banjir :
Menjaga volume sampah Jakarta
Trik kedua yang di pegang Ahok yakni menjaga agar di musim hujan yang semakin deras ini volume sampah Jakarta tetap terkontrol. Paling tidak janganlah ada sampah yang menggenang di ajaran sungai apalagi sampah yang menyumbat saluran air. Bukti nyata menunjukkan, banjir di Jakarta selalu terulang karena buruknya kedisiplinan masyarakat Jakarta dikala membuang sampah
Mengontrol sungai Ciliwung
Sungai Ciliwung akan dibilang yaitu penyumbang terbesar dari volume air yang meluap menjadi banjir besar di Jakarta. bahkan di awal tahun baru 2016 ini, pekan(3/1/2016) sebagian warga Kampung Pulo kembali terendam banjir. Banjir melanda pemukiman padat warga tersebut sejak pukul 02.00 WIB. Air yang diyakini rembesan dari proyek pembangunan sheetpile (turap) tersebut masuk ke rumah warga. Ahok mengaku dapat tetap memantau pergerakan air di sungai Ciliwung dan lakukan upaya paling efektif mencegah Ciliwung meluap.
Underpass atau jalan kolong harus dijaga
Jalanan Jakarta yang saling melintang dibangun berdasarkan gagasan underpass dan flyover, atau jalan kolong maupun jalan melayang. Tak dapat dimungkiri bahwa genangan banjir di Ibukota Jakarta berawal dari underpass. Bahkan bulan Desember thn 2015 lalu, hujan dgn intensitas deras yang mengguyur Jakarta langsung menimbulkan genangan air hingga terjadi banjir di underpass Dukuh Atas dan Semanggi. Kedalaman air yang menggenang di underpass bahkan mencapai hampir semeter. Genangan air inilah yang nantinya akan memicu banjir lebih tidak baik lagi. Lantaran Itu Ahok menerapkan kiat pertama yaitu menjaga pompa-pompa air di underpass tetap terjaga. Jangan Sampai Hingga sampai tersumbat atau malah rusak.
sumber
Senin, 25 Januari 2016
2 Alasan Mengapa Banjir Chennai di bulan Desember 2015
Berikut ialah 2 alasan mengapa banjir Chennai di bulan Desember 2015 disebut-sebut sbg bencana banjir terburuk selama seabad terakhir :
Jumlah pengungsi korban banjir Chennai mencapai 3 juta orang, korban tewas 269 jiwa
Berapa jumlah korban yang harus dievakuasi menjauh dari wilayah yang terendam banjir menuju ke penampungan pengungsi? Dari laman Antaranews disebutkan bahwa banjir Chennai India telah memaksa lebih dari 3 juta penduduk dievakuasi dan waktu ini tak memperoleh layanan dasar seperti kesehatan dan makanan yang patut di ruangan pengungsian. Banjir terburuk sewaktu seabad terakhir dalam histori kebencanaan India ini pun sedikitnya telah menewaskan tak kurang dari 269 korban jiwa.
Banjir di Chennai disebabkan oleh curah hujan amat sangat tidak baik selagi seabad terakhir
satu buah laporan dari laman pemberitaan The Guardian menyebutkan, banjir bandang yang sangat luas di Chennai, India disebabkan oleh hujan terdahsyat selama seabad terakhir. Hujan yang amat amat sangat lebat selama hampir satu minggu terjadi sewaktu terus menerus. Didapati bahwa curah hujan terburuk ini disebabkan oleh pergerakan angin muson di daratan Asia dan suatu depresi cuaca di Teluk Benggala. Akibat dari bencana banjir dahsyat di Chennai, kondisi Kota Chennai tak ubahnya kota yang terendam akibat bencana tsunami.
Rumah tergenang banjir, rumah sakit, rel keretra, sekolah berhenti beroperasi, pabrik pula tak terjadi, pembangkit listrik padam total, bahkan kilang minyak dan bandara internasional ikut terendam banjir.
sumber
Jumlah pengungsi korban banjir Chennai mencapai 3 juta orang, korban tewas 269 jiwa
Berapa jumlah korban yang harus dievakuasi menjauh dari wilayah yang terendam banjir menuju ke penampungan pengungsi? Dari laman Antaranews disebutkan bahwa banjir Chennai India telah memaksa lebih dari 3 juta penduduk dievakuasi dan waktu ini tak memperoleh layanan dasar seperti kesehatan dan makanan yang patut di ruangan pengungsian. Banjir terburuk sewaktu seabad terakhir dalam histori kebencanaan India ini pun sedikitnya telah menewaskan tak kurang dari 269 korban jiwa.
Banjir di Chennai disebabkan oleh curah hujan amat sangat tidak baik selagi seabad terakhir
satu buah laporan dari laman pemberitaan The Guardian menyebutkan, banjir bandang yang sangat luas di Chennai, India disebabkan oleh hujan terdahsyat selama seabad terakhir. Hujan yang amat amat sangat lebat selama hampir satu minggu terjadi sewaktu terus menerus. Didapati bahwa curah hujan terburuk ini disebabkan oleh pergerakan angin muson di daratan Asia dan suatu depresi cuaca di Teluk Benggala. Akibat dari bencana banjir dahsyat di Chennai, kondisi Kota Chennai tak ubahnya kota yang terendam akibat bencana tsunami.
Rumah tergenang banjir, rumah sakit, rel keretra, sekolah berhenti beroperasi, pabrik pula tak terjadi, pembangkit listrik padam total, bahkan kilang minyak dan bandara internasional ikut terendam banjir.
sumber
Alasan Kenapa Jakarta Senantiasa Banjir
Kenapa Jakarta senantiasa banjir? Berikut yakni 4 alasan mengapa Jakarta selalu banjir.
Lahan Terbuka hampir hilang
Pembangunan di Jakarta yakni masalah serius yg tidak sanggup sempat sanggup terselesaikan. Egoisme utk membangun mengalahkan hak tanaman hijau untuk tumbuh. Idealnya Ruangan Terbuka Hijau di Jakarta mesti berjumlah 30% dari keseluruhan luas seluruh wilayah Jakarta. Tetapi faktanya Area Terbuka Hijau di Jakarta diwaktu ini tidak hingga 10% & malah makin tergerus. Padahal Lokasi Terbuka Hijau berfungsi pula sbg penyerap air yg baik & alami.
Pembangunan gedung & hutan beton semakin tak terkendali
Selagi beberapa ratus thn pengembangan Jakarta, Kota ini diprospek utk menerima pembangunan gedung bertingkat & hutan beton. Sebab Jakarta ialah Ibukota, Jakarta ialah pusat dari segala perekonomian. Sehingga dari itu, pembangunan hutan beton tidak sanggup dicegah. Hasilnya tanah semakin tertutup, tidak ada resapan air sama sekali.
Ribuan masyarakat mendirikan hunian di bantaran sungai
Sejak dulu, Jakarta merupakan kota teluk, Jakarta adalah hilir dari amat sangat banyak ajaran sungai yg berhulu di pegunungan tinggi jawa barat. Ajaran sungai yg terbentuk dengan cara alami membelah Jakarta semestinya tidak boleh terganggu alirannya sama sekali. Tetapi kenyataannya berkisah sebaliknya. Nyaris separuh dari panjang sungai Ciliwung di Jakarta malah menjadi area hunian tidak dengan izin warga marjinal. Mereka menetap di bantaran sungai bersama hunian bedeng. Mereka membuang sampah & apapun ke falsafah sungai. Hasilnya sewaktu puluhan thn sungai Ciliwung mengalami penyempitan & pendangkalan.
Pemerintah Jakarta konsisten lambat mengatasi banjir
Urusan pengelolaan suatu Kota ialah tanggung jawab sepenuhnya pemerintah Kota. Sebab cuma dgn kebijakan yg tegas & bijak masalah satu buah kota akan terselesaikan. Namun di sayangkan masalah banjir cuma jadi prioritas lemah bagi pemerintah Jakarta terdahulu. Lalu banjir Jakarta cuma disikapi oleh pemerintah Jakarta kala banjir telah terjadi. Cuma menanggulangi ketika banjir berjalan. Tidak ada pembenahan dari sisi apa yg menyebabkan banjir. Baru kali ini Bung Basuki Tjahaja Purnama selaku Gubernur Jakarta jalankan kebijakan yg tegas untuk mencegah banjir Jakarta. mulai sejak dari pengerukan sungai, normalisasi bantaran sungai Ciliwung & normalisasi drainase Jakarta.
sumber
Musim Hujan Jakarta Waspada Banjir
Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk potensi hujan di hri ini, Rabu 16 Desember 2015 menunjukkan perkiraan juga sebagai berikut, data dikutip dari laporan Kantor Berita Antaranews.
Jakarta Utara diprakirakan hujan ringan sejak pagi sampai siang & hujan dengan intensitas sedang tengah tengah tengah malam harinya. Jakarta Barat hujan sedang sejak pagi sampai siang & hujan ringan malamnya.
Jakarta Selatan & Jakarta Timur menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sanggup hujan bersama intensitas sedang terhadap pagi hri & hujan ringan siang sampai tengah malam harinya.
Sementara itu, kawasan komuter di kurang lebih Jakarta, seperti Depok, Tangerang, Bekasi, & Bogor pun diperkirakan bakal mengalami potensi hujan yg mirip. Intensitasnya sedang dari pagi hingga siang & ringan terhadap tengah tengah tengah malam hri.
Suhu hawa pun sepertinya dapat lebih dingin dari suhu rata rata harian Ibukota. di titik terendah suhu Kota Jakarta & sekitarnya bisa berada di lebih kurang 24 derajat celcius, & suhu maksimum ada di 33 derajat celcius.
Melihat keadaan yg begitu, makin hri jelang akhir th 2015 masyarakat Jakarta kelihatannya telah mesti memprioritaskan kesiapsiagaan risiko banjir bandang pasca hujan lebat. Sebabnya, awan hujan berwarna kelabu amat sangat teramat merata menutupi nyaris seluruh kawasan Ibukota. mulai sejak dari barat ke timur, & dari utara ke selatan.
sumber
Langganan:
Komentar (Atom)





